Save the Children International
JOB DESCRIPTION
Wahana Visi Indonesia is a Christian humanitarian organization dedicated to work and collaborate to empower the most vulnerable children, family and community through community development, advocacy, and emergency response for sustainable transformation regardless of religion, race, ethnic or gender.
Since 1998, Wahana Visi Indonesia has carried out various community development programs focusing on children. Hundred thousands of children in Indonesia have been benefited from WVI’s accompaniment program. Wahana Visi Indonesia is a trusted partner of World Vision International.
Key Responsibilities:
Tujuan posisi WASH Project Officer adalah Mendukung dan mendampingi Pemerintah di tingkat Kabupaten dalam hal ini Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) dan Pokja AMPL, dalam pengembangan dokumen Rencana Aksi Daerah sebagai Strategi Percepatan Akses Air bersih dan Sanitasi di masyarakat dalam mencapai tujuan SDG.
1. Pengembangan Strategi dan Perencanaan: 25%
- Memfasilitasi Pojka AMPL di tingkat Kabupaten di wilayah AP dalam mengembangkan dokumen Rencana Aksi Daerah Percepatan Air bersih dan Sanitasi di tingkat Kabupaten.
- Memberikan konsultasi ke Pemerintah dalam meningkat peran pemerintah untuk memastikan akses sanitasi layak dan air bersih di masyarakat terpenuhi.
- Memastikan Dinas Kesehatan di Kabupaten dalam penggunaan aplikasi open source untuk pengumpulan data dan Analisa
- Memfasiltasi pengembangan media monitoring dengan indikator capaian yang ditetap untuk peningakatan kualitas peran pemerintah dalam penyediaan air bersih dan sanitasi di masyarakat
- Memberikan bimbingang kepada Pokja AMPL dalam mengidentifikasi masalah – masalah sebagai penyebab rendahnya kualitas pelayanan dalam pemenuhan akses air bersih dan sanitasi layak di masyarakat.
- Memberikan dukungan pengembangan rekomendasi dalam mendorong pemerintah kabupaten dalam memastikan percepatan dan kualitas progam air bersih dan Sanitasi
- Berkontirbusi pada capaian indikator yang terdapat dalam WASH Business plan WVI
- Berkoordinasi dengan tim AP dalam pencapaian target capaian WASH BP project
2. Pengelolaan dan Penggalangan Sumber Daya: 5%
- Melakukan advokasi untuk penyediaan dana yang berasal daru APBD untuk mendukung penyediaan fasilitas air bersih dan sanitasi di masyarakat
- Mendukung pemerintah kabupaten dalam melakukan kajian air bersih dan sanitasi secara berkala
- Mendukung Bapelitbang dalam mengidentifikasi Lembaga Pemerintah dan non pemerintah yang bekerja di sector air bersih dan sanitasi dalam lingkup kabupaten dan Provinsi
- Memastikan Bapelitbang dalam mengkoordinir Pojka AMPL dalam peran perencaaan, koordinasi dan pelaksanaan.
- Mendokumentasikan pembelajaran di kegiatan yang dilaksanakan dilapangan untuk menjadi pengetahuan yang bermaanfaat untuk pengembangan program
- Mengumpulkan pembelajaran WASH yang dilakukan tim AP
3. Pengembangan Kapasitas: 20%
- Memfasilitasi pengembangan kapasitas Dinas Kesehatan dalam melakukan pengumpulan informasi dan data terkait kondisi sanitasi layak dan air bersih di masyarakat secara regular
- Mengembangkan Kerangka Acuan Kegiatan (KAK) sesuai kebutuhan pelatihan atau pertemuan yang dilakukan di lapangan
- Memastikan guru UKS dan anak – anak perempuan mendapatkan pengetahuan melalui pelatihan terkait Managemen Kebersihan Menstruasi (MKM)
- Mendukung pengembangan kapasitas Bapelitbang di Provinsi dan Kabupaten dalam kompetensin dan komitmennya dalam peran mereka sebagai koordinator dari Pojka AMPL
- Terlibat dalam pengembangan kapasitas yang dilakukan internal dan eksternal sesuatu kebutuhan pekerjaan
- Berbagi pembejalaran dari pelatihan yang diikuti kepada tim internal dan juga stakeholder terkait.
4. Akuntabilitas dan Pengendalian Kualitas:10%
- Melakukan proses dialog dan koordinasi dengan Lembaga pemerintah dan non pemerintah yang tergabung dalam Pojka AMPL.
- Berkontribusi dalam pembuatan laporan setiap bulan, kuartal maupun tahunan kepada Donor
- Memastikan tersedianya sarana Komplain dan umpan balik di Pokja AMPL dalam peningkatan kualitas dan peran Pokja AMPL di Provinsi dan Kabupaten
- Memastikan pembagian peran yang jelas antara Pokja AMPL di Provinsi dengan di kabupaten dalam penyediaan akses air bersih dan sanitasi di masyarakat
- Memastikan pengelolaan kegiatan di lapangan sesuai dengan business proses yang ada di WVI
- Berkoordinasi dengan specialist terkait untuk memastikan kualitas kegiatan yang dilakukan dilapangan
- Memiliki rencana kerja yang jelas dan didiskusikan dengan APM dan dibagikan
- dengan tim project
5. Pengembangan Jejaring dan Koordinasi: 30%
- Membangun kemiteraan dengan berbagai organisasi, institusi dan kelembagaan di tingkat Provinsi dan Kabupaten yang dibangun berdasarkan kesamaan program dalam peningkatkan kesejahteraan anak dan keluarga.
- Memfasilitasi pertemuan lintas sektor dalam Pokja AMPL kabupaten secara regular
- Memfasiltasi adanya perpindahan dan distribusi pengetahuan serta praktik baik yang terjadi dari kerja – kerja Air berisih dan sanitasi di setiap kabupaten atau organisasi
- Mendorong dan memastikan keterlibatan aktif dari Lembaga pemerintah dan non pemerintah yang terkait air bersih dan sanitasi.
- Membangun komunikasi dan koordinasi dengan semua dept/program di internal WVI
6. Kepemimpinan dan Manajemen: 10%
- Berkantor dan melakukan tugas di lokasi kantor pemerintah yang ditunjuk oleh Pemda setempat sesuai dengan waktu yang disepakati dengan APM Memastikan pendokumentasian setiap kegiatan yang dilakukan baik itu bersifat formal dan juga non formal
- Membangun lingkungan kerja yang positif, saling menghargai dan memperdulikan.
- Mempraktekan spiritualitas dan doa dalam kehidupan sehari-hari
- Menggunakan media komunikasi yang ada seperti zoom, teams dan outlook untuk kebutuhan kerja.
Kualifikasi
- Lebih disukai S-1 Teknik Sipil, S1 Kesehatan Masyarakat atau jurusan lain dengan pengalaman yang relevan.
- Pengalaman kerja min.3 tahun atau sebagai fasilitator dan lebih disukai yang punya pengalaman bekerjasama dengan pemerintah.
- Bahasa Indonesia, dengan diutamakan apabila memiliki kemampuan berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris secara pasif.
- Mampu bekerja dalam lingkungan kerja multikultural dan inklusif, serta menunjukkan sensitivitas terhadap isu Gender Equality and Social Inclusion (GESI), baik dalam implementasi kegiatan maupun saat berinteraksi dengan komunitas.
- Mampu bekerja secara fleksibel di lapangan dan secara digital (daring), dengan akses internet terbatas jika diperlukan.
- Bersedia melakukan perjalanan lapangan secara berkala ke wilayah intervensi program, termasuk desa dengan akses terbatas.
- Mampu membangun relasi interpersonal yang kuat dan memfasilitasi diskusi kelompok secara partisipatif.
- Menguasai pendekatan dan metodologi pengembangan masyarakat serta mobilisasi komunitas, termasuk pengumpulan data berbasis komunitas.
- Memiliki kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif dalam menilai efektivitas program dan intervensi.
- Mampu mengoperasikan komputer dengan baik, termasuk Microsoft Excel (pivot table, dashboard), Word, dan PowerPoint.
- Memiliki kemampuan komunikasi yang menarik dan santun
- Memahami konsep advokasi dan pendampingan kepada pemerintah.
ONLY a shortlist of applicants will be contacted.
WVI implements a Safeguarding Policy as a form of our commitment to protect children and adult beneficiaries. WVI has zero tolerance towards incidents of violence or abuse against children or adults, including sexual exploitation or abuse, committed either by employees or others affiliated with WVI work and WVI also participates in the Steering Committee for Humanitarian Response (SCHR) Inter-Agency Misconduct Disclosure Scheme (MDS).
Applicant Types Accepted:
Local Applicants Only
Apply for job
To help us track our recruitment effort, please indicate in your cover/motivation letter where (globalvacancies.org) you saw this job posting.